LEMBAGA SENI BUDAYA SALOKOA

Kabupaten Maros – Sulawesi Selatan

Lembaga Seni Budaya Salokoa (LSB Salokoa) – Wadah Penggumpul dan Pemersatu Generasi dalam Seni, Budaya, dan Nilai Luhur. Didirikan pada 03 Agustus 2014 di Desa Baruga, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, LSB Salokoa hadir sebagai lembaga pelestarian seni dan budaya yang berlandaskan Pancasila serta nilai agama dan kearifan lokal Bugis-Makassar.

LSB Salokoa didirikan oleh Ahmad Hatta, S.Pd., M.Pd sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda di tengah tantangan sosial dan pengaruh globalisasi yang menggerus nilai budaya lokal. Berbasis di kawasan karst Maros-Pangkep yang kaya sejarah dan warisan purba, lembaga ini berkomitmen menjadi pusat edukasi, pelestarian, dan pengembangan seni budaya lokal.

Kata “Saloko” dalam bahasa Makassar berarti himpunan atau pemersatu. Secara filosofis, Salokoa juga berkaitan dengan regalia sakral Bugis-Makassar (Mahkota Emas, Kalompoang, Gaukang) sebagai simbol kemuliaan dan nilai budaya luhur. Makna ini menjadi dasar bahwa LSB Salokoa adalah: Wadah persatuan, Penjaga nilai budaya dan Pembentuk karakter generasi berakar budaya

Visi & Tujuan

  • Mengembangkan kehidupan kesenian selaras dengan perkembangan masyarakat

  • Mendidik dan melatih generasi muda dalam seni dan budaya

  • Melestarikan budaya tradisional daerah

  • Mendukung program pemerintah dalam pengembangan budaya

  • Mendorong kesejahteraan pelaku seni melalui ekonomi kreatif

lsb salokoa 1

Bidang Kegiatan

  1. Seni Pertunjukan Tradisional (Tari adat, tari penyambutan, tari aru, Musik tradisional dan dukungan ritual dan upacara adat Bugis-Makassar)
  2. Seni Rupa & Kerajinan (Kerajinan tangan, aksesoris budaya, suvenir lokal)
  3. Pelatihan & Pendidikan (Tari & musik tradisional, Seni rupa & keterampilan budaya, Teater, film, sastra
  4. Kerjasama Budaya & Pariwisata (Kolaborasi dengan lembaga adat dan pemerintahan dan Sinergi dengan UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep)

Keunggulan

  1. Integrasi Agama & Budaya (Pembentukan karakter melalui seni yang berlandaskan nilai agama dan budaya.)

  2. Pengembangan SDM (Tidak hanya teknik seni, tetapi pemahaman filosofi dan makna budaya.)

  3. Kewirausahaan & Ekonomi Kreatif (Pelatihan usaha berbasis seni dan budaya untuk kemandirian generasi muda.)

Prestasi

  1. Juara Umum Festival Budaya Tradisional Provinsi Sulawesi Selatan (2015 & 2016)
  2. Juara Musikalisasi Puisi (2020–2021)
  3. Penghargaan Kerajaan Marusu’ (2021)
  4. Penyelenggara ASIAN YOUTH FORUM (2023) – Forum Pendidikan & Kebudayaan Tingkat Mancanegara
  5. Aktif dalam berbagai ritual adat, festival budaya, dan pengembangan literasi karst Maros-Pangkep

Translate »