• Buku Burung Bermigrasi di Geopark Maros Pangkep

    Cover Buku Burung Bermigrasi di Geopark Maros Pangkep

    Burung Bermigrasi di Geopark Maros Pangkep

    Pengarang : Dedi Irfan Bachri, Nurliana, Dwi Siswati Kamaruddin, Agung Dewantara, Jefta Natanael, Fransisca Noni Tirtaningtyas

    Sinopsis :

    Ratusan hingga ribuan burung bermigrasi menjelajahi Indonesia hingga tiba di Kawasan Geopark Maros Pangkep untuk beristirahat dan mencari makan serta menghindari musim dingin yang ekstrem di belahan bumi utara.


    Buku ini menggambarkan burung yang bermigrasi di desa-desa yang berada di dalam Kawasan Geopark Maros Pangkep. Dengan mengetahui keberadaan mereka, masyarakat bersama dengan peneliti dan multipihak dapat terlibat dalam melestarikan keberadaan burung bermigrasi di Kawasan Geopark Maros Pangkep. Dapat diperoleh di Geopark Maros Pangkep

  • Comic Book Two Folklore Stories From Maros Pangkep

  • Comic Book Scientific Discoveries of South Sulawesi

  • Buku Komik Cerita Rakyat Sulawesi dari Cerita Rakyat Maros dan Pangkep

  • Buku Komik Penemuan Ilmiah Sulawesi Selatan

  • Bulu Sipong Early Hunting Scene

    November 25, 2024 geoparkpangkepmaros Geosite

    Bulu Sipong Early Hunting Scene

    One of the World’s Earliest Narrative Rock Art Panels

    Pangkajene dan Kepulauan Regency

    Maros Pangkep UNESCO Global Geopark

    World-renowned Prehistoric Rock Art

    • Pangkajene dan Kepulauan

    • Human Cultural Heritage

    • Archaeology, Education, Research

    • Hard

    • 1–2 Hours

    Overview

    Bulu Sipong merupakan salah satu situs seni cadas paling penting di dunia. Panel lukisan pada dinding gua memperlihatkan adegan berburu yang melibatkan figur manusia dan hewan, menjadikannya salah satu bukti paling awal kemampuan manusia untuk menyampaikan cerita melalui gambar.

    Gallery

    Why is Bulu Sipong Extraordinary?

    Earliest Narrative Scene

    menggambarkan adegan berburu yang tersusun sebagai sebuah cerita visual, bukan sekadar gambar hewan yang berdiri sendiri.

    Prehistoric Art

    Lukisan dibuat menggunakan pigmen merah alami pada permukaan batu kapur gua.

    Human Imagination

    Figur-figur manusia digambarkan memiliki karakter campuran manusia-hewan (therianthropes), yang menunjukkan kemampuan berpikir simbolik dan imajinasi.

    Global Significance

    Penemuan ini mengubah pandangan dunia mengenai asal-usul seni figuratif dan kemampuan bercerita manusia purba, yang sebelumnya banyak diasosiasikan dengan Eropa.

  • Taman Kehati Botanical Garden

    November 25, 2024 geoparkpangkepmaros Geosite

    Taman Kehati Botanical Garden

    Conserving Sulawesi’s Native Biodiversity in the Heart of Maros Pangkep UNESCO Global Geopark

    Maros Regency

    Maros Pangkep UNESCO Global Geopark

    1–2 Hours

    panel taman kehati tonasa
    • Maros

    • Biodiversity Conservation

    • Education, Family, Research

    • Easy

    • 1–2 Hours

    Overview

    Taman Kehati Botanical Garden merupakan kawasan konservasi tumbuhan yang dikembangkan untuk melindungi flora asli Sulawesi sekaligus menjadi pusat pendidikan lingkungan, penelitian, dan wisata edukasi. Sebagai bagian dari Maros Pangkep UNESCO Global Geopark, taman ini mendukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang menjadi salah satu pilar utama geopark bersama warisan geologi dan budaya.

    Gallery

    Why is Taman Kehati Important?

    Native Flora Conservation

    Menjadi kawasan pelestarian tumbuhan lokal dan endemik Sulawesi.

    Biodiversity

    Mendukung habitat berbagai flora dan fauna yang menjadi bagian dari kekayaan hayati kawasan geopark.

    Environmental Education

    Digunakan sebagai lokasi pembelajaran mengenai konservasi dan ekologi.

    Sustainable Development

    Mendorong pemanfaatan kawasan secara berkelanjutan melalui edukasi dan ekowisata.